Belajar Desain Grafis – Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya

Salam, para pegiat desain. Balik lagi di saidoen.com. Tempatnya tips dan tutorial seputar dunia desain grafis. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai desain grafis itu sendiri. Mungkin, banyak para pegiat desain yang masih belum tau pengertian tentang desain grafis. Mari belajar desain grafis.

Kalau kita membahas tentang desain grafis, pasti tidak jauh dari seni rupa itu sendiri. Karena desain grafis memang termasuk ke dalam seni rupa. Seni rupa sendiri mempunyai arti sebuah produk komunikasi visual yang sudah ada dari zaman dahulu. Mungkin sebelum zaman prasejarah.

Banyak sekali bentuk desain yang sekarang dibicarakan banyak orang. Misal, logo, foto, atau gambar. Tapi apakah kalian sendiri tau apa itu desain grafis? Simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Desain Grafis

Desain grafis merupakan sebuah model media komunikasi visual yang menggunakan gambar, yang bermanfaat sebagai penyajian informasi atau pesan yang cukup efektif.

Desain grafis berasal dari dua kata, yaitu desain dan grafis.

Desain memiliki arti sebuah proses untuk membuat dan menciptakan objek baru, yang didasari dengan kreatifitas. Sedangkan Grafis sendiri memiliki arti sebagai wujud komunikasi visual, yang dirancang dengan memakai campuran koordinat titik- titik. Serta garis sebagai media untuk mengantarkan data secara efisien.

Elemen-elemen yang terdapat dalam desain grafis antara lain, tipografi, fotografi, dan ilustrasi.

Desainer grafis membuat serta mengombinasikan simbol, foto, serta bacaan guna membentuk representasi gagasan serta pesan secara visual. Desainer grafis memakai metode tipografi, seni rupa, serta tata letak halaman, guna membuat komposisi visual.

Pemakaian yang universal dari desain grafis merupakan semacam desain industri( logo serta merk), desain editorial( majalah, pesan berita, serta novel), desain area, periklanan, desain website, desain komunikasi, serta kemasan produk.

Sejarah Desain Grafis

belajar desain grafis

Nah, selanjtnya. Dalam belajar desain grafis ini, kita akan bahas mengenai sejarah desain grafis.

Sejarah desain grafis sendiri tidak dapat dipisahkan dari sejarah seni rupa. Hasil komunikasi visual tertua yang pernah di temukan adalah sebuah lukisan di Gua, yang terdapat di Lascaux, Prancis. Lukisan ini dibuat kira-kira 15.000-10.000 tahun sebelum masehi. Lukisan ini berbentuk simbol-simbol ideogram yang kemudian berkembang mejadi aksara, yang kita pakai sampai sekarang.

Desain mulai berkembang di Inggris, berkat seseorang yag bernama Henry Cole. Henry mampu meyakinkan pemerintah tentang pentingnya desain, yang dia tulis dalam sebuah jurnal yang berjudul Journal of Design and Manufactures.

Kemudian Henry Cole menjadi salah seorang yang paling berpengaruh dalam pendidikan desain di Inggris. Dengan keberhasilannya itu, dia juga mengadakan The Great Exhibition sebagai perayaan atas munculnya teknologi industri modern dan desain bergaya Victoria.

Kata desai grafis pertama kali digunakan oleh William Addison Dwiggins, dalam esainya. Yang berjudul New Kind of Printing Calls for New Design. Pada tahun 1922, William Addison Dwiggins sendiri adalah seorang desainer buku Amerika.

Sedangkan Raffe’s Graphic Design, yang terbit pada tahun 1927. Dianggap sebagai buku pertama yang menggunakan istilah Desain Grafis pada judulnya.

Nah, setelah perang dunia ke-II. Kebutuhan akan desain grafis mulai meningkat pesat. Diantaranya untuk dunia periklanan dan kemasan produk.

Jenis-Jenis Desain Grafis

Di era digital sekarang, desain grafis berkembang sangat pesat. Hampir semua aspek dalam era digital ini menggunakan desain grafis. Dari fotografi sampai videografi. Banyak orang sekarang mulai belajar desain grafis, karena memag tidak bisa dipungkiri lagi.

Ada beberapa jenis dan spesialisasi dalam dunia desain grafis. Simak penjelasannya.

1. Desain Grafis untuk Publikasi

Publikasi sendiri merupakan metode komunikasi yang diperuntukkan bagi publik atau umum. Contohnya seperti buku, majalah, katalog, dan koran.

Namun, semakin pesatnya perkembangan dunia desain grafis. Peningkatan juga terjadi didunia penerbitan digital. Sekarang, para desainer spesialis di dunia publikasi bekerja sama dengan editor dan penerbit, untuk menciptakan tata letak dengan tipografi yang sudah dipilih, antara lain fotografi, grafik dan ilustrasi.

Desainer yang fokus pada aspek publikasi harus dapat mengusai keterampilan komunikasi, tata letak, dan organisasi yang baik.

2. Desain Grafis sebagai Identitas Visual

Brand( merk) merupakan nama, ciri, sebutan, simbol, desain, kata, ataupun campuran dari hal- hal tersebut yang diperuntukan buat mengenali serta membedakan antara produk serta jasa yang satu dengan yang lain.

Desain identitas visual merupakan elemen visual merk, yang berperan bagaikan citra brand untuk mengkomunikasikan mutu lewat gambar, bentuk, dan warna.

Para desainer yang khusus dalam identitas visual akan berkolaborasi dengan kepentingan merk. Untuk membuat logo, template, palet warna, dan gambar yang mecerminkan merk tersebut.

Selain itu desainer harus bisa mengusai komunikasi yang sangat baik, keahlian konseptual serta kreatif, dan hasrat untuk mempelajari industri, organisasi, tren serta pesaing.

3. Desain Grafis dalam Packaging

belajar-desain-grafis-3

Umumnya kebanyakan produk memerlukan desain dan bentuk kemasan produk. Bukan hanya sebagai pelindung, bentuk dan desain kemasan juga dapat berfungsi sebagai identitas produk itu sendiri. Contohnya seperti kotak, botol, kaleng, tas, dan masih banyak lagi.

Nah, tugas dari desainer packaging adalah membuat konsep mockup, mengembangkan prototipe, dan file desain yang siap cetak. Yang sesuai dengan bentuk dari kemasan itu sendiri.

Dalam hal ini, desainer memerlukan pengetahuan spesial tentang proses cetak, serta uraian yang tajam tentang desain dan manufaktur industri. Desainer kemasan bisa jadi pakar seluruh ataupun spesialis dalam tipe kemasan ataupun industri tertentu.

4. Desain Grafis untuk Tampilan UI (User Interface)

User interface merupakan bagian visual dari web, aplikasi aplikasi ataupun device hardware yang membenarkan bagaimana seseorang user berhubungan dengan aplikasi, ataupun web tersebut dan bagaimana data ditampilan di layarnya.

User interface sendiri mengkolaborasikan konsep desain visual, desain interasi, serta infrastruktur data. Tujuan dari user interface sendiri, yaitu untuk mengoptimalkan usability serta pastinya user experience.

User interface merupakan salah satu aspek penting yang memastikan kenaikan traffic website. UI dapat menjadi aspek apakah seorang tertarik untuk mendatangi serta meng-explore website. Jika mereka nyaman dengan tampilan interface dan experience saat mengunjungi website kita. Kemungkinan besar, user akan kembali lagi untuk mengakses website kita.

Desainer UI memiliki keterampilan khusus dalam dunia website, aplikasi dekstop, aplikasi mobile, dan juga game. Desainer UI juga harus mengusai bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, dan JavaScript.

5. Desain Grafis dalam Pemasaran dan Periklanan

Jika terdapat suatu produk yang bagus, dengan tampilan dan desain mockup yang keren. Tetapi tidak menggunakan prinsip pemasaran dan periklanan. Produk itu akan sia-sia. Suatu produk yang di jual, akan sangat bergantung pada pemasaran dan periklanan.

Pemasaran dan periklanan memiliki tujuan untuk membujuk dan merayu konsumen, untuk membeli produk tersebut.

Desainer spesialis dalam bidang pemasaran dan periklanan harus menguasai keterampilan komunikasi, penyelesaian masalah, dan manajemen waktu yang sangat baik. Selain ahli dalam beberapa desain grafis, tata letak dan aplikasi presentasi, mereka juga harus terbiasa dengan produksi untuk lingkungan cetak dan online.

Contohnya untuk membuat flyer, poster, spanduk, iklan majalah, papan reklame, dan masih banyak lagi.

6. Desain Grafis dalam Seni dan Ilustrasi

Desain grafis dalam seni dan ilustrasi lebih mengutamakan kreatifitas dan pengarangan desain yang bebas. Karena aspek yang di khususkan adalah sebuah hasil seni dan ilustrasi yang unik dan menarik. Disini desainer lebih memiliki pengaruh besar bagi hasil sebuah seni desain.

Seniman grafis menggunakan kolaborasi antara media dan teknik untuk menciptakan karya mereka. Biasanya seniman grafis sudah memiliki ilmu dasar dalam bidang seni rupa, animasi, dan arsitektur.

7. Desain Grafis Untuk Lingkungan

Desain grafis untuk lingkungan maksudnya adalah, bagaimana desainer membuat sebuah desain visual yang diaplikasikan ke sebuah tempat. Untuk memperindah tempat tersebut. Dengan maksud agar tempat tersebut lebih mudah diingat, menarik, informatif dan lebih mudah dinavigasi.

Desainer yang khusus dalam bidang lingkungan harus bisa menggabungkan aspek desain grafis, arsitektur, interior, lansekap dan industri. Desainer lingkungan akan sering berkolaborasi dengan orang-orang yang memiliki keterampilan di bidang lingkungan dan tata ruang.

Oleh sebab itu, desainer lingkungan biasanya memiliki pendidikan dan pengalaman baik dalam desain grafis maupun arsitektur. Contohnya, seperti mural, dan interior toko ritel.

8. Desain Grafis dalam Motion Graphic

Pegertian Motion Graphic adalah gabungan dari media visual yang menggabungkan aspek film dengan desain grafis, dengan memasukan elemen-elemen yang beragam. Seperti desain 2D atau 3D, ilustrasi, animasi, tipografi, fotografi, video dan musik.

Motion graphic sendiri, dalam dunia broadcast memiliki kehadiran yang sangat kuat di televisi, contohnya dalam pembuatan iklan komersial,berita, hiburan, promo atau sebuah opening suatu program televisi.

Desainer yang khusus dalam motion graphic harus keahlian dibidang desain grafis, videografi. Tapi, akibat semakin pesatnya perkembangan dunia digital. Sekarang banyak platform yang menyediakan motion graphic dengan cara berbayar.

Itulah beberapa jenis desain grafis yang sesuai dengan perkembangan era digital sekarang. Mungkin dimasa kedepan, akan banyak muncul jenis desain grafis yang unik.

Sekian artikel tentang belajar desain grafis ini. Semoga bermanfaat bagi kalian yang sudah membacanya. Terima kasih.

5 pemikiran pada “Belajar Desain Grafis – Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya”

Tinggalkan komentar