Flat Design, Pengertian dan Contohnya.

Pengertian Flat Design – Flat design sekarang lagi ngetrend banget di dunia desain grafis, banyak sekali perusahaan-perusahaan yang menggunakan Flat design untuk semua mockup nya. Dari konten sosial media, sampai konten websitenya pun, menggunakan flat design.

Kebutuhan desain yang semakin membludak, ditambah deadline yang sangat membuat frustasi. Menjadikan para designeer harus membuat terobosan baru di dunia desain grafis sekarang.

Nah, muncul lah trend design yang simpel, tapi tetap mengandung makna yang kuat.

Ngomong-ngomong, kalian udah pada tau gak apa itu flat design?

Kalau kalian belum tau, saya akan jelaskan sedikit mengenai penjelasan flat design dan sejarahnya.

Pengertian Flat Design

Simpel, mungkin itu kata yang cocok untuk menggambarkan apa itu flat design.

Flat Design sendiri memiliki arti yaitu sebuah teknik desain yang menggunakan pendekatan minimalis tanpa menyertakan atribut tiga dimensi, seperti bevel, bayangan, tekstur, gradien, dan embossing. Dan berfokus pada warna cerah, tipografi, dan ilustrasi dua dimensi.

Tampilan flat design yang sederhana, dengan paduan warna cerah yang kontras. Menjadikan flat design sangat nyaman untuk dilihat. Menjadikan model desain ini semakin populer untuk interface pengguna mobile device serta desain web yang kekinian.

Para desaigneer sekarang juga sangat nyaman menggunakan desain model ini. Flat design menjadi terobosan baru bagi para pegiat desain grafis, dengan desain yang modern dan memungkinkan audience akan lebih fokus dengan apa yang disampaikan dari desain tersebut.

Dibalik itu semua, flat design juga tidak membutuhkan waktu pengerjaan yang lama, menjadikan sangat efisien dan tidak membebani para pegiat desain.

Sejarah Flat Design

Untuk sejarah flat design sendiri, sebenarnya tidak begitu jelas. Karena memang seni ini muncul dengan begitu saja. Tapi, jika kita lihat dari munculnya seni yang hampir mirip dengan flat design ini, mungkin hal inilah yang menjadi inspirasi munculnya flat design.

Seni ini dinamakan Swiss Style, yang muncul pada tahun 1940-1950 di negara Swiss. Seni ini juga biasa disebut Typographic. Seni berfokus pada aspek grid, tipgrafi sans-serif, dan layout yang rapi. Seni lebih mengedepankan kerapian dan kesederhanaan. Kadang, ada penambahan gambar dan dipadukan dengan tipografi sederhana.

Semakin lama, seni ini berkembang dengan pesat. Hingga sekitar tahun 1980 seni flat design muncul. Pada tahun itu juga, seni flat design tampil di umum. Hingga pada tahun 2014 flat design kembali di angkat lagi oleh perusahaan besar Microsoft.

Microsoft menerapkan gaya desain ini untuk tampilan interface-nya. Kemudian disusul oleh Apple dengan IOS7-nya.

Dari sinilah flat design kemudian banyak diminati banyak kalangan, dan banyak digunakan dalam desain website, poster, konten sosial media, UI mobile, karakter, aplikasi, dan masih banyak lagi.

Pengaplikasian Flat Design

Sebenarnya dalam pengertian flat design diatas, sudah dijelaskan sedikit bagaimana dan dimana flat desain cocok digunakan. Tapi mungkin alangkah baiknya, saya akan menjelaskan lebih detailnya disini.

Sekarang, sebagian besar konten dan desain-desain lainnya banyak menggunakan model Flat design. Pengaplikasian flat design pun semakin merambah ke berbegai aspek yang berkaitan dengan desain grafis.

Sebenarnya, Flat design juga bergantung pada pemilihan warna.

Warna yang ditonjolkan kebanyakan warna yang berani dan cerah. Pencocokan tone dan saturasi adalah kuncinya. Para designeer biasanya memadukan beberapa warna-warna cerah. Bisa kalian lihat pada gambar dibawah ini.

pengertian flat design

OK, sekian dulu penjelasan flat design, dan sejarahnya. Semoga bermanfaat bagi kalian para pembaca. Jika memang ada kritik atau saran, silahkan komen dibawah. Terim kasih.

2 pemikiran pada “Flat Design, Pengertian dan Contohnya.”

Tinggalkan komentar